“Bekerja adalah Ibadah”

Setiap detik dalam kehidupan kita adalah ibadah, tidak terkecuali bekerja. Bekerja adalah ibadah. Karena hikmah dibalik bekerja adalah keberlangsungan hidup, dibalik kerja kita ada kehidupan lain. Kehidupan orang lain yang bisa berlangsung jika kita menginfakkan hasil jerih kerja kita.

Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan terampil (professional atau ahli). Barangsiapa bersusah-payah mencari nafkah untuk keluarganya maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza wajalla. (HR. Ahmad)

Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya ketrampilan kedua tangannya pada siang hari maka pada malam itu ia diampuni oleh Allah. (HR. Ahmad)

Kita bekerja bukan untuk kepentingan diri kita sendiri. Bukan hanya untuk memenuhi keinginan – keinginan dunia kita. Tetapi untuk beramal lebih lagi. Setiap jerih payah kita, profesional kerja, sabar dan berbagai upaya – upaya bernilai moral positif dinilai lebih dimata Allah. Karena bekerja adalah bagian dari episod hidup kita. Maka tidak ada pemisahan antara ibadah dan bekerja.

Hasan Al Bashri pernah berucap “saat terbaik seseorang adalah saat dimana ia bisa menasehati dirinya sendiri…”, saat lemah datang maka waktunya kita mengevaluasi diri. Tidak harus bersedih hati dan memaklumi diri secara negatif atas kelemahan yang terjadi tetapi menjadi sebuah evaluasi aktif. Kita mengakui kelemahan kita, keterbatasan diri dan Allah-lah sumber kekuatan. Maka bermunajat kepada Allah adalah solusi yang tepat. Setelah itu kita harus segera bangkit, berupaya memperbaiki segala yang dianggap menjadi sumber kelemahan itu.

Ada istilah yang pernah kudengar dari seorang murabbi (guru), saat mutarabbi (peserta didiknya) mengeluhkan betapa lelahnya, bosan dan penat dalam aktifitasnya sehari – hari. Maka sang murabbi-pun menjawab “tidak ada kata istirahat bagi kita di dunia melainkan Allah sediakan bagi kita diantaranya waktu – waktu shalat wajib, maka itulah waktu istirahat kita”. Itu berarti kita rehat sejenak untuk khusyuk, berusaha tawakkal  atas segala upaya kita selama beraktifitas kerja dan memohon hasil yang terbaik atas usaha kita hari ini.

Istirahat adalah fitrah, kita butuh istirahat sejenak untuk merefresh fikiran dan jasad kita. Saat lemah datang maka beristirahatlah sejenak.

Allah ta’ala berfirman :

“Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk berusaha.” (QS. Al – Furqan : 47)

Namanya manusia tentu ada saat lemah dan saat semangat….karena itulah fitrah yang Allah anugerahkan.

Berbagai motivasi bisa kita ambil untuk menyemangati diri senantiasa giat bekerja. Motivasi tertinggi adalah bekerja untuk beribadah kepada Allah dan semoga Allah ridha atas usaha kita. Bukankah Allah tidak memandang hasil dari usaha kita melainkan proses yang kita lakukan. Maka tidak ada lagi alasan bagi kita untuk sekedarnya saja dalam menjalani setiap fase kehidupan kita. Kalaupun hasilnya tidak sesuai keinginan kita bahkan jauh dari mencukupi berbagai kebutuhan kita maka yakinlah Allah telah menjaminnya untuk kita.

Wallahua’lam bishawab…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s